
"Pertama kali saya lakukan di atas tempat tidur, waktu itu juga ada dua anak laki-laki saya tidur di samping," kata DS, Kamis (18/11/2010).
Anehnya, meski melakukan hal nista itu berulang-ulang, saat diperiksa DS mengaku khilaf. Wajahnya murung, tertunduk malu. "Saya khilaf," tuturnya singkat mengakui kesalahannya. Meranti kini sudah berada dalam perlindungan ibunya.
Dari penuturan DS, selama enam bulan dia tak tinggal lagi bersama istri. Keadaan ini dimanfaatkan DS untuk menggauli korban. Meranti baru tahun ini tinggal bersama sang ayah. Sejak berusia tiga tahun, Meranti tinggal di Langowan, Minahasa, Sulawesi Utara, bersama kerabat DS. Korban tak lagi bersekolah, dan setelah berhenti dari sekolah, Meranti pun pindah ke Kotamobagu.
Perlakuan bejat sang ayah akhirnya terbongkar saat korban menceritakan kejadian tersebut ke tetangganya. Keduanya akhirnya melapor ke Mapolres Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara. Polres Bolmong tak perlu membekuk DS karena kemarin malam dia diantar dua orang iparnya menyerahkan diri ke polisi. "Saya menyesal, makanya menyerahkan diri, saya minta antar dua ipar saya," katanya.
Sumber KOMPAS.com
