Presiden Amerika Serikat Barack Obama memulai kunjungan tiga harinya di India Sabtu, 6 November 2010, dengan mengumumkan kesepakatan perdagangan baru dengan India. Kesepakatan ini akan menjadikan India sebagai pencipta lapangan pekerjaan bagi rakyat AS.
Pada kunjungan tiga harinya ke India, yang merupakan negara pertama pada tur empat negara Asianya, Obama mengumumkan kesepakatan perdagangan yang mencapai jumlah US$10 miliar. Dengan angka sebesar ini, maka sebanyak 54.000 lapangan pekerjaan baru akan tercipta di AS.
Terbukanya lapangan pekerjaan baru tersebut disampaikan Obama dalam pertemuan dengan para pelaku bisnis utama India di Mumbai pada hari pertama kunjungannya. Obama sekali lagi menegaskan, tujuan utama kedatangannya adalah meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara.
Obama juga mengatakan bahwa AS akan mengendurkan beberapa peraturan yang mempersulit kerja sama perdagangan kedua negara.
“Saat ini AS melihat kesempatan untuk menjual eskpornya ke salah satu pasar yang berkembang pesat di dunia,” kata Obama, seperti dikutip dari Associated Press, 7 November 2010. “Untuk AS, hal ini berarti membuka peluang kerja,” ujar Obama.
Terciptanya lapangan pekerjaan ini juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Obama yang popularitasnya terpuruk akibat banyaknya angka pengangguran. Seperti diketahui, sejumlah ahli ekonomi memperkirakan AS memerlukan 300.000 lapangan pekerjaan baru setiap bulannya.
India sendiri merupakan pasar ekspor yang sangat potensial bagi AS. Nilai ekspor buatan AS ke India meningkat empat kali lipat menjadi US$17 miliar dan ekspor jasa meningkat tiga kali lipat dalam tujuh tahun terakhir.
Dewan Bisnis India-AS, sponsor pertemuan bisnis yang dihadiri Obama, telah mengeluarkan laporan yang berjudul “Mitra Dalam Kesejahteraan”. Laporan tersebut mengetengahkan peningkatan kerjasama ekonomi dan strategis kedua negara dalam bidang pertahanan, pertanian, pendidikan, pengembangan infrastruktur dan memajukan rencana perjanjian perdagangan bebas kedua negara.
Pada kunjungannya ke India, Obama juga mengumumkan pembelian 33 pesawat Boeing 737 oleh maskapai penerbangan India, SpiceJet Airlines. Selain itu, militer India juga menyampaikan niatnya untuk membeli mesin pesawat tempur dari General Electric dan menyepakati pembelian 10 kapal Boeing C17.
“Kunjungan kami kesini untuk menyampaikan pesan yang jelas mengenai niat kami untuk memberikan keamanan dan kesejahteraan terhadap rakyat di masa depan,” ujar Obama.
• VIVAnews
