Temuan Kasus HIV/AIDS Kediri Capai 206 Orang

 
Temuan Kasus HIV/AIDS Kediri Capai 206 Orang
Kediri (ANTARA) - Temuan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, semakin tinggi mencapai 206 orang yang terdiri dari berbagai kelompok.
Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Langsung Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Nur Munawaroh, Kamis mengemukakan, temuan kasus itu setiap tahun selalu meningkat. Dari jumlah 206 temuan itu, didominasi dari kelompok PSK dan ibu rumah tangga.
Ia mengatakan, temuan Oktober 2010 ini saja mencapai 56 kasus. Untuk kelompok PSK temuan selama bulan ini mencapai 16 orang, sementara kelompok ibu rumah tangga mencapai 15 orang.
"Untuk temuan kasus, saat ini lebih didominasi PSK dan ibu rumah tangga. Jumlah temuan dari dua kelompok itu hampir sama," ujarnya mengungkapkan.
Nur menjelaskan, jumlah temuan itu menunjukkan peningkatan kelompok ibu rumah tangga yang semakin tinggi. Kelompok ini menjadi korban, karena kecil kemungkinan tertular dari luar.
"Kemungkinan besar, yang membuat kelompok ini (ibu rumah tangga) tertular dari pasangannya. Dari survei yang kami lakukan, potensi peningkatan juga semakin tinggi," paparnya.
Nur juga mengatakan, dari temuan tersebut 33 persen dari berbagai kelompok seperti para pelanggan, TKI, sopir, maupun gay, sementara sisanya adalah kelompok perempuan.
"Rata - rata kelompok yang terkena dari usia produktif, 20 - 40 tahun, 33 persen dari laki - laki dan biseksual sementara sisanya dari perempuan," ucapnya menambahkan.
Ia juga mengemukakan, hingga kini masih banyak kasus HIV/AIDS yang belum ditemukan. Sesuai dengan estimasi nasional, masih ada sekitar 80 persen yang belum ditemukan.
Sesuai dengan estimasi, jumlah PSK dan kelompok risiko tinggi lainnya mencapai 990 orang, dan saat ini masih 206 orang yang sudah ditemukan.
Untuk itu, pihaknya akan berupaya mendatangi langsung lokasi - lokasi yang rawan terjadi penularan virus tersebut, seperti di tempat hiburan malam maupun pasar - pasar dengan melakukan tes darah.
"Kami langsung terjun ke lokasi - lokasi yang kami anggap rawan. Dengan itu, semakin dini kasus itu ditemukan, semakin besar harapan hidup pasien," ujarnya menegaskan.
Pihaknya juga berharap, masyarakat terutama yang pernah bersinggungan langsung dengan PSK memeriksakan diri ke klinik VCT. Dengan pemeriksaan itu diharapkan temuan pasien HIV/AIDS juga semakin tinggi, sehingga segera bisa ditangani.